cara-mengajari-anak-membaca

Cara Efektif Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 29 Mei 2024

Bunda, ada beberapa penelitian yang menemukan cara mengajari anak membaca tanpa mengeja dengan efektif. Mulai dari menggunakan buku bergambar, kartu dengan ilustrasi, maupun permainan kata. Bunda pasti ingin tahu caranya, bukan? Yuk, baca artikel ini sampai selesai. 

Cara Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja

Terdapat beberapa cara mengajari Si Kecil membaca bahkan tanpa mengeja. Cara paling awal adalah memperkenalkan bagaimana bentuk alfabet, kemudian dilanjut dengan membaca buku-buku cerita sederhana. 

Metode tersebut tidak sekadar membuat Si Kecil bisa membaca saja, tetapi juga memiliki perasaan suka atas kegiatan itu. Berikut ini panduan mengajari anak membaca dengan lebih efektif, Bun: 

Flashcards

Flashcards adalah kartu berisikan kata-kata sederhana disertai ilustrasi, gambar, atau informasi pendukung. Kartu-kartu ini dianggap mampu memudahkan Si Kecil dalam mengenali, menghafal, dan mengingat kata-kata secara visual. 

Umumnya, satu kartu flashcards berisi satu huruf alfabet di bagian atas dan satu gambar yang mewakili alfabet di bagian bawah. Di belakang kartu, terdapat satu kosakata yang terkait dengan huruf dan gambar yang ditampilkan di kartu bagian depan. 

Cara menggunakannya dimulai dengan menentukan dahulu huruf-huruf alfabet apa yang ingin Bunda ajarkan kepada Si Kecil. Misalnya, Bunda ingin mengajari huruf konsonan 'A, E, I, O, dan U’. Ajarkan huruf-huruf tersebut satu per satu. Tunjukkan dan sebutkan hurufnya dan minta Si Kecil untuk mengulangi setelah Bunda. 

Setelah Si Kecil menguasai huruf-huruf tersebut, baru Bunda dapat menunjukkan kosakata terkait dengan huruf-huruf tersebut di kartu bagian belakang. Lakukan berulang kali sampai kartu habis dan Si Kecil memahaminya. 

Hal ini membantu Si Kecil mengaitkan huruf-huruf dengan kosakata yang sesuai, serta memperkuat pemahaman mereka tentang hubungan antara huruf dan kata-kata yang terkait dengan gambar-gambar.

Buku Bergambar

Bunda dapat memanfaatkan buku bergambar dengan banyak ilustrasi warna-warni dan sedikit teks. Melalui ilustrasi itu, Si Kecil akan lebih tertarik untuk menyentuh buku dan mencari tahu apa saja isinya. Untuk teks, dapat Bunda bacakan terlebih dahulu dengan improvisasi suara. 

Setelah Si Kecil paham bagaimana isi buku tersebut, mulai ajarkan bagaimana bentuk kata dan cara membacanya. Bunda dapat menunjuk setiap kata dengan pulpen. Lakukan bertahap supaya Si Kecil tidak bingung, Bun.

Permainan Kata

Dalam prosesnya, permainan kata akan melibatkan usaha Si Kecil dalam mencari dan menemukan kata-kata. Bunda dapat memanfaatkan permainan bergambar atau aplikasi edukasi. Apabila hendak menggunakan aplikasi edukasi, Bunda harus memberikan pengawasan ekstra supaya Si Kecil tidak kecanduan gadget atau terpapar iklan yang kurang baik.

Jika menggunakan permainan bergambar, Bunda cukup menyebutkan kata yang ada di gambar tersebut. Biarkan Si Kecil mencari dan menemukan kata yang dimaksud. Lakukan secara bertahap supaya ingatan dan keterampilan membaca Si Kecil dapat terasah.

Metode Mengajar Anak Membaca Tanpa Mengeja

Cara mengajari anak membaca tanpa mengeja tak akan lepas dari keberadaan beberapa metode. Metode yang paling umum ada metode fonik, kemudian pendekatan seluruh kata, dan metode pengalaman bahasa. Yuk, langsung simak rangkumannya berikut ini: 

Metode Fonik

Metode fonik adalah cara belajar membaca dengan mengajarkan anak-anak cara menyebutkan suara-suara dari huruf-huruf tersebut. Si Kecil akan mempelajari bagaimana rangkaian huruf membentuk kata-kata, serta bagaimana cara mengatakan kata-kata tersebut dengan benar. 

Misalnya, huruf "A" menghasilkan suara /a/, contohnya dalam kata "Anak". Huruf "B" menghasilkan suara /b/, contohnya dalam kata "Bola". 

Supaya Si Kecil dapat mengenali kata lebih cepat, ia harus paham dahulu bagaimana bentuk tiap alfabet. Bunda memilih kata yang tidak mirip dengan kata selanjutnya, agar Si Kecil tidak bingung. 

Bunda contohkan ucapan kata per kata dan biarkan Si Kecil mengartikan bunyi tersebut, lalu menuliskannya ke bentuk huruf. Lakukan secara berulang-ulang hingga anak paham dan bisa menulis dan mengucapkan kata-kata dengan benar.

Pendekatan Seluruh Kata

Pendekatan seluruh kata adalah cara mengajarkan Si Kecil untuk mengenali kata sebagai kesatuan utuh, mulai dari kalimat pendek hingga kalimat yang lebih panjang. 

Sebagai contoh, Bunda bisa mulai dengan kalimat sederhana seperti "Anak berlari" atau "Bola besar." Kemudian, anak-anak diajak untuk mengenali kata-kata tersebut sebagai satu kesatuan yang memiliki arti tertentu.

Dengan metode ini, anak akan terbiasa dengan kosakata baru seiring dengan bertambahnya panjang kalimat yang dipelajari. Saat kosakata baru sudah bertambah, Si Kecil akan mulai memperoleh pola kalimat baru. Metode ini diyakini mampu membantu Si Kecil memahami dan membaca kata secara lebih cepat.

Metode Pengalaman Bahasa

Metode ini mengajak Bunda aktif memperkenalkan kata-kata kepada Si Kecil melalui buku cerita, lagu anak-anak, maupun dialog sehari-hari. Si Kecil akan belajar dari pengalaman langsung bahwa kata-kata tersebut memiliki wujud yang biasa ditemukan di lingkungan sekitar. Bunda juga dapat mengajak Si Kecil menceritakan pengalamannya ke dalam bentuk kalimat sederhana. 

Contohnya, saat membaca buku cerita tentang binatang, Bunda dapat menunjukkan gambar binatang tersebut kepada Si Kecil sambil menyebutkan namanya. Bunda juga bisa contohkan binatang itu dengan binatang yang ada di sekitar rumah agar Si Kecil lebih mudah mengingat dan memahaminya. Si Kecil akan terhubung antara kata-kata yang mereka dengar dengan gambar atau wujud yang mereka lihat. 

Bunda harus selalu melibatkan kata-kata pada pengalaman Si Kecil sehari-hari. Hal tersebut supaya Si Kecil lebih familiar pada kata-kata, kemudian menerapkannya dalam kegiatan harian hingga akhirnya bisa membaca tulisan itu dengan benar. Bunda juga dapat membuat cerita-cerita unik berdasarkan kosakata tersebut.

Sekarang Bunda sudah tahu beberapa cara mengajari anak membaca tanpa mengeja. Meskipun terkesan mudah, Bunda harus ajarkan secara bertahap dan penuh kesabaran. 

Agar Si Kecil dapat menerima pelajaran dengan lebih cepat, Bunda harus memberikan nutrisi terbaik yang mendukung perkembangan otak. Ini termasuk memberikan makanan sehat yang kaya akan nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, ikan, dan biji-bijian. 

Selain itu, berikan Si Kecil tambahan susu tinggi protein, vitamin, dan mineral yang dapat mendukung kecerdasan anak. Pasti Bunda penasaran susu apa saja yang bagus untuk perkembangan otak anak, yuk dapatkan rekomendasinya berikut ini: Susu Yang Bagus Untuk Perkembangan Otak Anak dan Murah.

Sumber:

  • Steemit. Teaching Children to Read Without Spelling (A Personal Experience). Diakses tanggal 25 April 2024.  https://steemit.com/education/@horazwiwik/teaching-children-to-read-without-spelling-a-personal-experience-mengajari-anak-membaca-tanpa-mengeja-sebuah-pengalaman-pribadi 
  • Read And Spell. 3 Methods for Teaching Reading. Diakses pada 25 April 2024. https://www.readandspell.com/methods-for-teaching-reading 
  • Victoria State Government. The Language Experience Approach. Diakses pada 25 April 2024.  https://www.education.vic.gov.au/school/teachers/teachingresources/discipline/english/literacy/readingviewing/Pages/teachingpraclangexp.aspx