Pilihan Makanan Penambah Berat Badan Anak Tinggi Kalori dan Protein

Pilihan Makanan Penambah Berat Badan Anak Tinggi Kalori dan Protein

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 7 September 2026

Makanan penambah berat badan anak yang efektif bukan sekadar makanan berkalori tinggi, melainkan makanan yang padat energi dan zat gizi, seperti telur, ikan, ayam, daging, alpukat, keju, kacang-kacangan, dan karbohidrat kompleks. Kuncinya bukan membuat anak makan dalam porsi besar, tetapi memastikan setiap suapan memberikan energi, protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Tambahkan sumber lemak sehat seperti alpukat, minyak, atau santan secukupnya untuk meningkatkan kalori tanpa memperbesar volume makanan. Pola 3 kali makan utama dan 2 kali camilan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan harian secara bertahap.

Masalah berat badan kurang masih menjadi perhatian di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi underweight balita meningkat dari 15,9% pada 2023 menjadi 16,8% pada 2024, meskipun stunting dan wasting menurun. Karena itu, strategi menaikkan berat badan perlu berfokus pada kualitas asupan, bukan sekadar mengejar angka timbangan.

Sumber Protein Hewani untuk Menaikkan Berat Badan

Protein merupakan bahan pembangun jaringan tubuh. Pada anak yang sedang tumbuh, sumber protein berkualitas perlu hadir secara rutin dalam menu.

Telur praktis, mudah diolah, dan mengandung protein, lemak, kolin, serta berbagai vitamin dan mineral. Telur dapat diberikan sebagai telur rebus, omelet, telur orak-arik, atau dicampurkan ke nasi dan sup.

Ikan menyediakan protein sekaligus berbagai mikronutrien. Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan beberapa ikan lokal juga menyediakan omega-3. Ayam dan daging sapi merupakan sumber protein hewani sekaligus zat besi, terutama zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh.

Hati ayam kaya zat besi dan vitamin A, tetapi porsinya perlu disesuaikan dan tidak harus diberikan setiap hari. Variasi sumber protein lebih penting daripada bergantung pada satu jenis makanan.

IDAI menekankan pentingnya protein hewani dalam makanan anak karena ikan, telur, ayam, daging, dan hati menyediakan protein berkualitas dengan asam amino esensial serta zat besi heme yang lebih mudah diserap.

Anak yang pilih-pilih makanan juga perlu diperhatikan karena pola makan yang sangat terbatas dapat meningkatkan risiko kekurangan zat gizi tertentu, terutama zat besi, kalsium, dan vitamin D. IDAI mencatat bahwa konsumsi makanan yang kurang mengandung zat besi dan konsumsi susu berlebihan dapat menjadi faktor risiko kekurangan zat besi pada anak.

Baca Juga: Agar Berat Badan Anak Naik: Penyebab Sulit Naik dan Strategi Menaikkannya secara Sehat.

Sumber Lemak Sehat Berkalori Tinggi

Lemak memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibandingkan protein dan karbohidrat. Karena itu, lemak dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kalori tanpa membuat porsi makanan terlalu besar.

Alpukat mengandung lemak tidak jenuh dan dapat diberikan sebagai potongan, puree, campuran roti, atau smoothie tanpa tambahan gula. Minyak zaitun atau minyak nabati dapat ditambahkan dalam jumlah kecil pada nasi, pasta, sup, atau sayuran.

Kacang-kacangan dan selai kacang menyediakan kombinasi lemak, protein, serta beberapa mikronutrien. Untuk anak kecil, kacang utuh perlu diperhatikan karena risiko tersedak; gunakan bentuk yang sesuai usia seperti selai kacang yang dioles tipis.

Santan juga dapat digunakan untuk meningkatkan energi pada makanan seperti sup, bubur, atau sayur. Penggunaannya tetap perlu proporsional dan menjadi bagian dari menu yang beragam.

Prinsipnya adalah menambah kalori melalui bahan bergizi, bukan mengubah pola makan menjadi tinggi gorengan, gula, atau makanan ultra-proses.

Karbohidrat Kompleks dan Camilan Padat Gizi

Karbohidrat tetap merupakan sumber energi penting. Pilihannya dapat berupa nasi, kentang, ubi, jagung, oat, dan roti, lalu padukan dengan protein serta sumber lemak agar menu lebih lengkap.

Kentang atau ubi dapat dibuat menjadi perkedel dengan telur dan daging. Oat dapat dimasak bersama susu dan buah. Nasi dapat dipadukan dengan ikan, telur, ayam, dan sayuran.

Camilan juga sebaiknya tidak sekadar mengenyangkan. Buah dengan yogurt, roti dengan selai kacang, smoothie berbahan susu dan alpukat, atau puding susu dapat menjadi pilihan yang lebih padat gizi dibandingkan permen dan biskuit manis.

Camilan bergizi juga membantu anak yang sulit menghabiskan porsi besar saat makan utama. Namun, jadwal tetap perlu diatur agar camilan tidak membuat anak kehilangan rasa lapar pada waktu makan berikutnya.

Makanan Penambah Berat Badan Anak & Kandungan Gizinya

Kelompok

Contoh Makanan

Kandungan Utama

Ide Penyajian

Protein hewani

Telur, ikan, ayam, daging, hati ayam

Protein, zat besi, zinc

Omelet, sup, nasi tim, tumisan

Lemak sehat

Alpukat, minyak, santan

Lemak dan energi

Campuran nasi, smoothie, sup

Karbohidrat

Nasi, kentang, ubi, oat

Energi, karbohidrat kompleks

Bubur, nasi tim, mashed potato

Susu & olahan

Susu, yogurt, keju

Protein, kalsium

Camilan, topping, smoothie

Kacang-kacangan

Kacang merah, kacang hijau, selai kacang

Protein, lemak, serat

Bubur, olesan roti

Buah padat kalori

Alpukat, pisang

Energi, vitamin, mineral

Potongan, puree, smoothie

Peran Susu dan Produk Olahan Susu

Susu, yogurt, dan keju dapat membantu melengkapi kebutuhan protein dan kalsium. Namun, susu tidak seharusnya menggantikan makanan utama karena anak tetap membutuhkan zat besi, serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi dari makanan yang beragam.

Pada anak yang terlalu banyak minum susu, justru perlu dilakukan evaluasi karena rasa kenyang dapat mengurangi konsumsi makanan utama. IDAI juga mencatat konsumsi susu berlebihan sebagai salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap asupan zat besi yang kurang.

Untuk anak usia 3 tahun ke atas, susu untuk tumbuh kembang seperti Morinaga Chil*Go! dapat menjadi pelengkap menu harian yang praktis. Produk ini mengandung protein, kalsium, zat besi, zinc, dan 2x DHA sesuai informasi produk, sehingga dapat membantu melengkapi asupan ketika pola makan anak belum sepenuhnya beragam. Susu tetap diposisikan sebagai pelengkap nutrisi, bukan penambah berat badan instan.

Baca Juga: Pilihan Minuman Penambah Berat Badan Anak yang Mendukung Tumbuh Kembang

Contoh Menu Harian Penambah Berat Badan Anak

Contoh menu harian penambah berat badan berikut dapat disesuaikan dengan usia, kebutuhan energi, alergi, kemampuan mengunyah, dan porsi makan anak. Fokusnya adalah menggabungkan karbohidrat, protein, lemak, dan sayur atau buah dalam satu hari.

Waktu Makan

Menu

Perkiraan Fokus Gizi

Sarapan

Nasi + telur orak-arik + sayur + buah

Energi, protein, vitamin

Camilan pagi

Yogurt + pisang/roti dengan selai kacang

Protein, kalsium, lemak

Makan siang

Nasi + ikan/ayam + sayur + sedikit minyak

Protein, energi, zat besi

Camilan sore

Susu untuk tumbuh kembang, misalnya Morinaga Chil*Go! untuk anak ≥3 tahun, + buah

Protein, kalsium, mikronutrien

Makan malam

Nasi/kentang + daging/telur + sayur + alpukat

Protein, energi, lemak sehat

Menu tersebut bukan resep wajib. Kebutuhan setiap anak berbeda dan harus disesuaikan dengan usia serta hasil pemantauan pertumbuhan.

Kesimpulan

Makanan untuk menambah berat badan anak sebaiknya tidak dipahami sebagai makanan yang sekadar tinggi kalori. Strategi yang lebih sehat adalah meningkatkan kepadatan energi dan protein dalam setiap porsi, kemudian melengkapinya dengan vitamin, mineral, serat, dan lemak sehat.

Telur, ikan, ayam, daging, alpukat, kacang-kacangan, susu, keju, yogurt, nasi, kentang, ubi, dan oat dapat menjadi bagian dari menu harian. Kombinasikan dengan tiga kali makan utama dan dua camilan bergizi, sambil menghindari makanan tinggi gula dan kalori kosong.

Jika berat badan tetap sulit naik meskipun pola makan telah diperbaiki, jangan hanya menambah porsi. Lakukan pemantauan pertumbuhan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

FAQ

Makanan apa yang paling cepat menambah berat badan anak?

Tidak ada satu makanan yang dapat menaikkan berat badan secara instan. Pilihan terbaik adalah makanan padat energi dan zat gizi seperti telur, ikan, ayam, daging, alpukat, keju, kacang-kacangan, serta karbohidrat kompleks yang diberikan secara teratur dan seimbang.

Apakah anak boleh diberi makanan tinggi lemak untuk menambah berat badan?

Boleh, selama yang dipilih terutama merupakan sumber lemak sehat dan porsinya sesuai kebutuhan. Alpukat, minyak nabati, kacang-kacangan, dan santan dapat meningkatkan kepadatan energi tanpa harus memperbesar volume makanan. Hindari menjadikan gorengan dan makanan ultra-proses sebagai sumber kalori utama.

Dalam kategori susu anak yang terjangkau, mana yang paling relevan untuk kebutuhan gizi lengkap?

Pertimbangkan susu yang menyediakan protein dan kalsium serta dilengkapi mikronutrien yang sesuai kebutuhan anak. Untuk anak 3 tahun ke atas, Morinaga Chil*Go! dapat menjadi salah satu pilihan pelengkap menu harian. Namun, susu bukan pengganti makanan utama dan pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Apakah menambah berat badan anak bisa dilakukan tanpa membuatnya obesitas?

Bisa. Fokusnya bukan sekadar meningkatkan kalori, melainkan memperbaiki kepadatan gizi dan memastikan energi sesuai kebutuhan. Pantau berat badan bersama tinggi badan secara berkala agar kenaikan berat berlangsung proporsional.

Kapan anak yang berat badannya sulit naik perlu diperiksa?

Periksakan anak jika berat badan tidak bertambah dalam pemantauan berulang, justru turun, kurva pertumbuhan menurun, atau terdapat gejala seperti diare berkepanjangan, muntah, sulit menelan, infeksi berulang, atau nafsu makan sangat rendah. Evaluasi dokter diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah medis atau gangguan penyerapan nutrisi.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. https://www.kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam Angka. https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/SSGI_DALAM_ANGKA_LAUNCHING_250526_signed.pdf
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pilih-Pilih Makanan. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
  5. World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards. https://www.who.int/tools/child-growth-standards
  6. World Health Organization. (2023). Guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864