Anak tantrum

Memahami Anak yang sedang dalam Fase Tantrum

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 2 Januari 2025

Pernah mengalami kondisi dimana anak mengamuk tak terkendali? Situasi ini biasa disebut dengan istilah tantrum. Tantrum adalah kondisi dimana anak mengalami ledakan emosi yang kuat hingga berteriak, marah, atau bahkan memukul secara fisik. 

Kedengarannya hal ini memang menakutkan dan menjengkelkan, bukan? Tapi tenang saja Bunda, artikel ini akan membahas lengkap mengenai gejala anak yang sedang mengalami tantrum, simak penjelasannya sampai habis, ya!

Apakah Anak Tantrum Itu Normal?

Yap, tantrum merupakan hal yang normal dialami oleh anak-anak usia pra sekolah. Tantrum umumnya terjadi pada anak usia sekitar 1,5 - 6 tahun. Banyak hal bisa memicu tantrum, seperti rasa frustasi, ingin mendapat perhatian, atau bahkan karena lapar atau kelelahan.

Tapi, Bunda tak perlu khawatir karena tantrum umumnya hanya berlangsung sekitar 2 hingga 15 menit. Namun, apabila tantrum berlangsung terus-menerus hingga lebih dari 15 menit, itu bisa jadi tanda masalah yang lebih serius dan perlu dikonsultasikan ke dokter.

Ciri Anak yang sedang Tantrum

Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dan penuh energi. Anak yang sedang mengalami tantrum dapat dilihat dari perubahan emosi dan perilaku yang sangat drastis. Anak mulai merengek atau menangis dengan keras, bahkan sampai berteriak untuk mengekspresikan ketidakpuasan atau frustrasi mereka. 

Beberapa anak yang sedang tantrum juga bertindak lebih agresif secara fisik seperti menendang, memukul, atau mencubit orang atau objek di sekitar mereka sebagai respons terhadap ketidakpuasan. 

Terkadang, anak juga mungkin menahan napas selama mengalami tantrum. Ciri ini bisa menjadi tanda ekspresi emosi yang sangat intens dan kesulitan mereka dalam mengelola perasaan mereka. 

Fase Tantrum pada Si Kecil

Mengenali fase tantrum pada anak membantu orang tua untuk mengetahui kapan bertindak dan bagaimana melatih anak mengendalikan emosinya. Berikut fase tantrum pada si kecil.

  • Penyangkalan. Fase awal tantrum dimulai dengan penyangkalan di mana anak mengabaikan petunjuk dari orang tua dan mengekspresikan ketidakpercayaan bahwa permintaannya tidak dipenuhi. 

  • Kemarahan. Tahap kemarahan adalah saat anak mengamuk, yang ditandai dengan perilaku agresif seperti melempar barang, berteriak, dan memukul. 

  • Tawar-menawar. Setelah kemarahan, beberapa anak masuk ke tahap tawar-menawar di mana mereka mencoba menawarkan hal-hal positif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. 

  • Kesedihan. Fase berikutnya adalah kesedihan, di mana anak menunjukkan rasa sedih karena keinginannya tidak terpenuhi. 

  • Penerimaan. Fase terakhir adalah penerimaan, di mana anak menjadi lebih tenang dan orang tua dapat menjelaskan mengapa keinginan mereka tidak terpenuhi. 

Penyebab Si Kecil Menjadi Tantrum

Penyebab tantrum pada si kecil dapat disebabkan oleh berbagai alasan. Anak seringkali mengalami tantrum ketika berada di tempat umum atau setelah dilarang melakukan sesuatu yang diinginkan.

Psikiater asal Austria, Rudolph Dreikurs mengatakan perilaku tantrum anak seringkali merupakan bentuk dari rasa keputusasaan terhadap orang tua yang memaksakan kehendak mereka.

Menurut artikel yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tantrum tantrum lebih mungkin terjadi pada anak-anak yang memiliki pola tidur maupun pola makan yang tidak teratur. Anak yang tidak mendapatkan istirahat dan asupan makan yang cukup cenderung sulit untuk berkonsentrasi dan menjaga emosi.

Kapan Masa Tantrum Berakhir?

Masa berakhirnya tantrum dapat berbeda pada setiap anak. Hal ini tergantung dari cara orang tua menangani anak ketika sedang tantrum. Puncak dari masa tantrum umumnya terjadi pada usia 2 hingga 4 tahun. 

Selanjutnya, tantrum pada anak mulai mereda ketika mereka memasuki usia sekolah, sekitar 4 hingga 5 tahun. Pada masa ini, kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan menyampaikan perasaan sudah meningkat.

Nah, kini Bunda jadi lebih tahu ciri-ciri anak yang sedang mengalami tantrum. Perlu diingat, tantrum bukanlah suatu penyakit melainkan perkembangan emosional anak dan normal terjadi. Yuk, pelajari lebih dalam lagi mengenai perkembangan emosional pada anak dengan membaca artikel berikut: Perkembangan Sosial Emosional pada Anak-anak.