
Mengatasi Anak Kesulitan Belajar di Sekolah
Kesulitan belajar (learning disorders) adalah kondisi saat anak mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan informasi secara efektif, baik dalam hal membaca, menulis, berhitung, maupun kemampuan akademis lainnya. Ini bisa disebabkan karena berbagai faktor, termasuk asupan nutrisi, perbedaan dalam gaya belajar, gangguan perkembangan, atau masalah kesehatan mental. Baca artikel ini hingga selesai untuk mengetahui informasi lengkapnya, ya!
Ciri-ciri Kesulitan Belajar
Learning disorders sebenarnya sudah dapat dikenali sejak dini semenjak anak belajar di TK. Namun tanda-tandanya sendiri dapat berbeda pada tiap tipenya. Berikut ini penjelasannya:
- Disleksia, yaitu kesulitan dalam membaca membaca, menulis, mengeja, dan berbicara.
- Diskalkulia, yaitu kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika, memahami waktu, dan menggunakan uang.
- Disgrafia, yaitu kesulitan dalam menulis, mengeja, hingga mengorganisir ide.
- Dispraksia (gangguan integrasi sensori), cirinya yaitu kesulitan dengan keterampilan motorik halus, seperti keseimbangan, koordinasi mata, dan cara berbicara tidak jelas.
- Disfasia/Afasia, yaitu kesulitan memahami bahasa serta pemahaman membaca kurang baik.
- Auditory processing disorder, cirinya sulit membedakan kata dengan bunyi yang mirip, sulit memahami pembicaraan, serta sulit berkonsentrasi.
- Gangguan pemrosesan visual, cirinya mudah konsentrasi dan mudah terdistraksi. mengalami kesulitan membaca, menulis, dan sulit membedakan pola atau bentuk yang mirip.
Cara Mendiagnosis Kesulitan Belajar
Proses diagnosis gangguan belajar sering kali teridentifikasi setelah anak masuk sekolah. Nantinya, pihak sekolah akan memantau siswa untuk mengidentifikasi masalah belajar yang mungkin dialami anak.
Anak yang mengalami gangguan belajar juga dapat menjalani evaluasi individual, yang meliputi pemeriksaan medis, tinjauan perkembangan sosial dan akademis, serta pengujian akademis dan psikologis oleh tim spesialis yang terdiri dari psikolog, ahli pendidikan khusus, dan ahli patologi wicara.
Psikolog sekolah berperan dalam membantu mendiagnosis dan merencanakan perbaikan belajar. Sedangkan, peran ahli patologi wicara adalah mengevaluasi kemampuan bahasa dan keterampilan belajar anak.
Biasanya, sejumlah spesialis seperti psikolog, ahli pendidikan khusus, dan ahli patologi wicara bekerja sebagai tim untuk melakukan evaluasi gangguan belajar yang dialami Si Kecil dan mencari solusi agar anak bisa belajar dengan baik.
Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Gangguan belajar bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi perkembangan anak. Salah satunya adalah faktor genetik dan riwayat keluarga. Jika memiliki anggota keluarga dengan gangguan belajar, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan serupa pada anak.
Selain itu, risiko sebelum dan setelah kelahiran juga dapat berperan, seperti pertumbuhan yang buruk dalam kandungan atau paparan alkohol atau obat-obatan. Anak dengan kelahiran prematur atau berat badan lahir yang rendah juga dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya gangguan belajar.
Trauma emosional, juga dapat memengaruhi perkembangan otak dan meningkatkan risiko gangguan belajar. Selain itu, trauma fisik seperti cedera kepala atau penyakit sistem saraf juga dapat berperan dalam perkembangan gangguan belajar Si Kecil.
Paparan zat beracun seperti timbal juga merupakan faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan belajar pada anak. Oleh karena itu, pemahaman akan berbagai faktor yang dapat memengaruhi perkembangan anak menjadi penting dalam upaya mencegah dan mengatasi gangguan belajar.
Cara Mengatasi Kesulitan Belajar
Jika Bunda mendapati Si Kecil memiliki ciri-ciri kesulitan atau gangguan belajar, Bunda bisa coba beberapa cara berikut untuk mengatasinya:
- Cari bantuan dari spesialis yang dapat mendiagnosis yang tepat dan memberikan saran, serta perawatan yang sesuai.
- Bekerja sama dengan sekolah untuk menyediakan akomodasi yang diperlukan dan mendapatkan bantuan akademis khusus untuk anak.
- Menyediakan tutor yang dapat mengajarkan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung sesuai dengan gaya belajar anak.
- Menjalani terapi tertentu, seperti terapi kognitif atau terapi wicara tergantung pada tipe dan kebutuhan anak.
- Perhatikan minat dan bakat anak dan dorong kelebihan yang anak miliki.
Untuk menghindari kondisi ini, Bunda juga perlu mengetahui bagaimana cara mencegah gangguan belajar pada anak denganmemberikan stimulasi yang tepat untuk Si Kecil. Bunda bisa baca artikel lengkapnya di sini: Stimulasi untuk Tumbuh Kembang Anak Sesuai Usia.
Referensi:
-
CDC. Learning Disorders in Children. Diakses pada tanggal 14 Februari 2024. https://www.cdc.gov/ncbddd/developmentaldisabilities/learning-disorder.html
-
HelpGuide.org. Learning Disabilities and Disorders. Diakses pada tanggal 14 Februari 2024.
-
https://www.helpguide.org/articles/autism-learning-disabilities/learning-disabilities-and-disorders.htm.
-
Mayo Clinic. Learning disorders: Know the signs, how to help. Diakses pada tanggal 14 Februari 2024. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/learning-disorders/art-20046105.
-
NICHD. How are learning disabilities diagnosed?. Diakses pada tanggal 14 Februari 2024.