Bunda mendampingi Si Kecil yang sedang demam di malam hari

Obat Tradisional untuk Redakan Demam Anak: Mana yang Aman?

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 10 September 2024

Diperbarui: 12 Oktober 2026

Saat Si Kecil demam, terutama pada malam hari, Bunda mungkin teringat berbagai cara tradisional yang sudah digunakan turun-temurun. Mulai dari kompres, memberikan minuman hangat, hingga menggunakan bahan alami seperti jahe atau bawang merah.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua cara tradisional terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penggunaan obat tradisional berupa produk herbal atau homeopati belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam pada anak.

Karena itu, cara tradisional sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti penanganan medis yang dibutuhkan. 

Lalu, apakah masih ada cara alami yang bisa Bunda lakukan ketika Si Kecil demam? Ada. Beberapa tindakan sederhana dapat membantu membuat Si Kecil lebih nyaman, tetapi bukan berarti semuanya bekerja sebagai obat penurun demam.

Apa yang Dimaksud dengan Obat Tradisional untuk Demam Anak?

Obat tradisional biasanya merujuk pada bahan atau cara yang telah digunakan secara turun-temurun untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan.

Dalam konteks demam anak, Bunda mungkin pernah mendengar penggunaan:

  • bawang merah, 
  • jahe, 
  • madu, 
  • kompres hangat, 
  • atau bahan alami lainnya. 

Namun, “alami” tidak otomatis berarti terbukti efektif atau selalu aman untuk anak. Terlebih lagi, kebutuhan dan kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa.

Usia Si Kecil, kemampuan minum, kondisi kesehatan, serta penyebab demam perlu dipertimbangkan sebelum memberikan bahan atau produk tertentu.

Karena itu, jika Bunda ingin menggunakan cara tradisional, posisikan sebagai pendamping untuk membantu kenyamanan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atau pengobatan yang diperlukan.

Baca juga: Buah Tinggi Zat Besi yang Baik untuk Anak

Cara Tradisional yang Dapat Membantu Si Kecil Lebih Nyaman

Kompres Hangat

Kompres hangat merupakan salah satu tindakan nonfarmakologis yang dapat digunakan ketika Si Kecil demam.

IDAI mencantumkan kompres hangat sebagai salah satu terapi fisik yang dapat membantu penanganan demam. Tujuannya bukan untuk menyembuhkan penyebab demam, melainkan membantu membuat Si Kecil lebih nyaman.

Bunda dapat menggunakan kain yang dibasahi air hangat dan meletakkannya pada area tubuh yang nyaman bagi Si Kecil.

Hindari menggunakan air yang terlalu dingin karena dapat membuat Si Kecil menggigil dan justru semakin tidak nyaman. Kompres dengan alkohol juga sebaiknya dihindari. 

Minuman Hangat dari Jahe

Jahe merupakan salah satu bahan alami yang sering digunakan dalam praktik tradisional. Kemenkes juga mencantumkan minuman jahe sebagai salah satu cara alami yang dapat dicoba ketika anak demam. 

Namun, Bunda perlu memahami batasannya. Jahe bukan pengganti obat penurun panas dan belum dapat dianggap sebagai terapi yang terbukti menurunkan demam anak.

Jika Si Kecil sudah cukup besar untuk mengonsumsi minuman tersebut dan menyukainya, berikan dalam jumlah yang wajar serta jangan memaksanya.

Bunda juga perlu memperhatikan apakah Si Kecil memiliki kondisi tertentu yang membuat bahan atau minuman tersebut sebaiknya dihindari.

Madu untuk Anak di Atas 1 Tahun

Madu sering digunakan sebagai bahan alami untuk membantu meredakan keluhan tertentu, terutama ketika anak mengalami batuk atau rasa tidak nyaman di tenggorokan.

Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 12 bulan karena adanya risiko botulisme.

Selain itu, madu bukan obat penurun demam. Jika Si Kecil demam, madu tidak boleh menggantikan kebutuhan cairan, pemantauan kondisi, atau penanganan yang diperlukan.

Bagaimana dengan Bawang Merah untuk Demam Anak?

Bawang merah merupakan salah satu bahan yang sangat sering disebut dalam pengobatan tradisional anak.

Biasanya, bawang merah diiris atau ditumbuk kemudian dicampur dengan minyak dan dioleskan pada tubuh anak.

Namun, Bunda perlu berhati-hati dengan klaim bahwa cara tersebut dapat menurunkan demam. IDAI menyatakan terapi herbal belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam pada anak.

Karena itu, bawang merah sebaiknya tidak dianggap sebagai obat penurun panas yang telah terbukti efektif. 

Jika Bunda tetap menggunakan praktik tradisional tersebut sebagai bagian dari kebiasaan keluarga, jangan sampai penggunaannya membuat Bunda mengabaikan tanda bahaya atau menunda pemeriksaan ketika kondisi Si Kecil membutuhkan pertolongan.

Baca juga: Apa Saja Makanan Bergizi dan Sehat untuk Anak di Rumah

Yang Sebaiknya Tidak Bunda Lakukan Saat Si Kecil Demam

Saat panik, Bunda mungkin ingin mencoba berbagai cara sekaligus. Padahal, beberapa tindakan justru sebaiknya dihindari.

Jangan Mengompres dengan Alkohol

Alkohol tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai kompres demam. IDAI juga memasukkan penggunaan alkohol sebagai tindakan yang tidak dianjurkan dalam penanganan demam anak. 

Jangan Menggunakan Kompres yang Terlalu Dingin

Kompres dingin dapat membuat Si Kecil menggigil dan merasa tidak nyaman. Pilih kompres hangat jika memang membantu membuatnya lebih nyaman. 

Jangan Memberikan Banyak Ramuan Sekaligus

Semakin banyak bahan yang diberikan, semakin sulit bagi Bunda untuk mengetahui apa yang sebenarnya dikonsumsi Si Kecil.

Bahkan bahan alami dapat memiliki efek yang tidak diinginkan atau tidak cocok dengan kondisi anak tertentu.

Jangan Menunda Pertolongan Medis

Ini yang paling penting. Jika Si Kecil menunjukkan tanda bahaya, jangan mengandalkan obat tradisional terlebih dahulu. Segera cari pertolongan medis.

Selain Obat Tradisional, Apa yang Bisa Bunda Lakukan Saat Anak Demam?

Perawatan sederhana di rumah tetap menjadi bagian penting untuk membantu Si Kecil merasa nyaman.

Pastikan Si Kecil Cukup Minum

Tawarkan cairan lebih sering sesuai usia dan kemampuannya. Jika Si Kecil masih menyusu, Bunda dapat tetap memberikan ASI.

Perhatikan juga frekuensi buang air kecil. IDAI menyarankan orang tua memperhatikan apakah anak masih mau minum dan apakah buang air kecilnya semakin jarang. 

Pilihkan Pakaian yang Nyaman

Hindari memakaikan pakaian atau selimut yang terlalu tebal. Si Kecil perlu merasa nyaman dan tidak kepanasan.

Biarkan Si Kecil Beristirahat

Demam dapat membuat Si Kecil lebih lemas atau mengantuk. Berikan kesempatan untuk beristirahat dan jangan memaksanya beraktivitas seperti biasa.

Pantau Kondisinya, Bukan Hanya Angka Termometer

Suhu tubuh memang penting untuk diketahui, tetapi kondisi umum Si Kecil juga perlu diperhatikan.
Apakah ia masih mau minum? Masih bisa berinteraksi? Masih buang air kecil? Atau justru semakin lemas?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu Bunda menilai apakah Si Kecil masih dapat dipantau di rumah atau membutuhkan pemeriksaan.

Kapan Si Kecil Membutuhkan Obat Penurun Demam?

Obat penurun demam tidak selalu diperlukan hanya karena suhu tubuh meningkat. Menurut IDAI, tujuan utama pemberian antipiretik adalah membuat anak lebih nyaman, bukan semata-mata membuat suhu tubuh kembali normal.

Jika Si Kecil tampak tidak nyaman, Bunda dapat memberikan obat penurun panas yang sesuai dengan usia dan berat badan anak, mengikuti aturan penggunaan pada kemasan atau anjuran dokter.

Hindari memberikan beberapa obat penurun panas secara bergantian tanpa arahan tenaga kesehatan. IDAI menyebut penggunaan parasetamol dan ibuprofen secara selang-seling tidak terbukti memberikan manfaat lebih besar dan dapat meningkatkan risiko kesalahan dosis. 

Tanda Bahaya yang Perlu Bunda Waspadai

Tidak semua demam berarti Si Kecil mengalami kondisi serius. Namun, Bunda perlu segera mencari pertolongan apabila muncul tanda bahaya.

Waspadai jika Si Kecil:

  • sulit dibangunkan atau tampak mengalami penurunan kesadaran; 
  • mengalami kejang; 
  • mengalami kesulitan bernapas; 
  • tidak mau minum; 
  • buang air kecil jauh lebih jarang; 
  • menunjukkan tanda dehidrasi; 
  • muncul ruam yang mengkhawatirkan; 
  • atau kondisinya semakin lemas dan memburuk. 

Pada kondisi tertentu, demam juga dapat menjadi bagian dari infeksi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Misalnya pada dengue, IDAI mencatat tanda seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, perdarahan, tangan dan kaki dingin, penurunan kesadaran, atau kejang sebagai tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan segera. 

Jadi, Apakah Obat Tradisional Bisa Redakan Demam Anak?

Boleh digunakan sebagai pendamping kenyamanan dalam kondisi tertentu, tetapi jangan dianggap sebagai obat penurun demam yang sudah terbukti secara ilmiah.

Kompres hangat merupakan salah satu tindakan nonfarmakologis yang didukung IDAI. Sementara itu, bahan seperti jahe dan bahan tradisional lain dapat saja digunakan dalam konteks kebiasaan keluarga, tetapi tidak boleh menggantikan penanganan yang terbukti atau pemeriksaan ketika Si Kecil menunjukkan tanda bahaya. 

Jadi, ketika Si Kecil demam, Bunda dapat fokus pada beberapa hal utama:

  1. Ukur suhu tubuhnya. 
  2. Pastikan Si Kecil cukup minum. 
  3. Buat tubuhnya nyaman. 
  4. Gunakan kompres hangat bila diperlukan. 
  5. Pantau kondisi umum dan tanda bahaya. 
  6. Gunakan obat penurun panas sesuai kebutuhan dan aturan. 
  7. Segera cari pertolongan jika kondisi Si Kecil memburuk. 

Dengan begitu, Bunda tetap dapat menghargai cara perawatan yang sudah dikenal di keluarga, sambil memastikan kesehatan dan keselamatan Si Kecil tetap menjadi prioritas.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Obat Tradisional untuk Redakan Demam Anak

Apakah bawang merah bisa menurunkan demam anak?

Bawang merah merupakan salah satu bahan yang umum digunakan secara tradisional. Namun, belum ada dasar ilmiah yang cukup untuk menyatakan bawang merah sebagai obat penurun demam anak yang terbukti efektif.

IDAI menyatakan terapi herbal belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam pada anak. 

Apakah jahe boleh diberikan saat anak demam?

Jahe termasuk bahan alami yang digunakan dalam praktik tradisional dan disebut dalam materi Kemenkes tentang cara alami menghadapi demam. Namun, jahe tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti obat penurun panas atau penanganan medis.

Bolehkah anak demam dikompres?

Boleh. Kompres hangat dapat digunakan sebagai salah satu tindakan pendukung untuk membuat Si Kecil lebih nyaman. Kompres dingin dan alkohol sebaiknya dihindari.

Apakah anak demam harus selalu diberi obat?

Tidak selalu. Menurut IDAI, tujuan utama pemberian obat penurun panas adalah membuat anak lebih nyaman. Jika Si Kecil masih nyaman, mau minum, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, Bunda dapat terus memantau kondisinya.

Kapan anak demam harus dibawa ke dokter?

Segera cari pertolongan jika Si Kecil mengalami kejang, sulit dibangunkan, kesulitan bernapas, tidak mau minum, buang air kecil semakin jarang, menunjukkan tanda dehidrasi, mengalami ruam yang mengkhawatirkan, atau kondisinya semakin memburuk. 

Referensi:

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Penanganan Demam pada Anak (2014). 
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) — Gerakan Bersama Melawan Demam Berdarah (2016). 
  • Kementerian Kesehatan RI — Anak Demam? Berikut 7 Tips Turunkan Demam Anak Secara Alami yang Bisa Dilakukan di Rumah (2021). 
  • World Health Organization — Management of the Child with a Serious Infection or Severe Malnutrition (2000).