Permainan Anak Zaman Dulu untuk Menstimulasi Si Kecil

Permainan Anak Zaman Dulu yang Perlu Si Kecil Coba

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 10 September 2024

Bermain permainan tradisional tidak hanya menghibur anak, tetapi juga melatih keterampilan motorik, pemecahan masalah, serta kerja sama tim. Berbagai permainan anak zaman dulu juga dapat melatih kecerdasan dan kreativitas anak-anak, sambil memperkenalkan mereka pada warisan budaya Indonesia. 

Misalnya, permainan lompat tali karet, bola bekel, congklak, dan petak umpet. Yuk, baca artikel ini hingga selesai untuk mengetahui manfaat masing-masing permainan tersebut dan cara memainkannya.

Jenis-jenis Permainan Anak Zaman Dulu 

Kenalkan Si Kecil dengan beragam permainan tradisional zaman dulu yang seru dan mendidik. Berikut ini contohnya:

Lompat Tali Karet

Bermain lompat tali membutuhkan tali karet. Bunda bisa membuatnya dengan merangkai sejumlah karet gelang menjadi tali yang bisa direntangkan. Cara memainkannya, dua anak masing-masing memegang ujung tali, dan anak lainnya melompati tali secara bergiliran.

Bermain lompat tali karet bermanfaat untuk melenturkan otot kaki, menguatkan fisik, meningkatkan konsentrasi dan fokus agar bisa melompat, dan kesabaran menunggu giliran. Selain itu, Si Kecil juga bisa belajar tentang kerja sama dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi.

Bola Bekel

Agar bisa bermain bola bekel, Bunda perlu menyiapkan bola dan biji-biji bekelnya. Cara bermainnya, pemain pertama memantulkan bola ke lantai satu kali sambil mengambil biji bekel satu per satu sampai semua biji bekel terambil. Jika ada biji yang tak terambil, biji terlepas dari genggaman, atau bola memantul lebih dari satu kali, maka pemain kalah. 

Permainan ini bagus untuk melatih koordinasi tangan dan mata, melatih ketangkasan dan fokus, kelincahan tangan, serta kesabaran untuk menunggu giliran bermain. 

Petak Umpet

Bermain petak umpet tidak membutuhkan alat khusus. Cukup satu anak menjadi penjaga, sementara anak lain bersembunyi. Lalu, penjaga harus menemukan semua anak dan menangkapnya satu per satu, sehingga pemain yang tertangkap akan kalah. 

Nah, Bunda bisa mengajak Si Kecil bermain petak umpet untuk meningkatkan kemampuan fisik dan motoriknya, menyusun strategi, meningkatkan kemampuan sosial, menjadi lebih teliti dan cermat, serta pantang menyerah.

Congklak

Untuk bisa memainkan congklak butuh dua pemain, papan congklak, dan biji-biji untuk mengisi 14-16 lubang di papan permainannya. Awalnya, setiap lubang diisi dengan tujuh buah biji. Lalu, kedua orang pemain yang berhadapan dan salah seorang memulai permainan dengan mengambil biji-bijian dari sebuah lubang, lalu meletakkan satu biji ke setiap lubang yang ia lalui berlawanan arah jarum jam. Saat bijinya habis, maka ia bisa mengambil biji di seberangnya untuk dimasukkan ke dalam lubang besar miliknya, dan begitu seterusnya. Permainan dimenangkan oleh pemain yang memiliki biji terbanyak di lubang besarnya.

Permainan anak zaman dulu yang satu ini bagus untuk mengajari Si Kecil berhitung, matematika dasar, melatih konsentrasi, daya pikir, logika, serta kecepatan dan kejujuran dalam bermain.

Ular Naga Panjang

Ajak teman-teman Si Kecil di sekitar rumah ataupun di sekolahnya untuk bermain ular naga. Permainan ini tidak membutuhkan alat khusus, kok. Cukup pilih 2 orang untuk menjadi penjaga (bisa juga dengan sistem hompimpa), dan yang terpilih harus menyatukan kedua tangan sehingga membentuk seperti lorong. Pemain lainnya akan berbaris rapi memasuki lorong sambil bernyanyi, dan yang tertangkap harus menjadi penjaga berikutnya. 

Apa manfaat dari bermain ular naga bagi Si Kecil? Si Kecil bisa bernyanyi bersama, koordinasi antar pemain, melatih kerja sama, dan belajar cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Engklek

Untuk bisa bermain engklek, Bunda perlu membuat 7 kotak yang digambar di tanah atau di lantai menggunakan kapur. Lalu lempar potongan kayu atau koin ke kotak pertama. Kemudian berusaha ambil koinnya. Lempar koin ke kotak kedua, melompatlah dengan satu kaki ke kotak pertama agar bisa mengambil koin di kotak kedua, dan seterusnya. 

Bermain engklek bagus untuk melatih kekuatan fisik Si Kecil, melatih konsentrasi dan kesabaran, dan belajar tentang arti bekerja keras, serta pantang menyerah. Selain itu, bagus juga untuk meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosional, kreativitas, serta kemampuan bersosialisasi.

Ular Tangga

Bermain ular tangga membutuhkan papan permainan terdiri dari 100 kotak kecil. Di antara kotak tersebut ada tangga yang akan membantu pemain naik lebih cepat, dan ular yang bisa membuat pemain terpaksa turun jauh kalau mengenainya. Saat tiba giliran, pemain harus melemparkan dadu terlebih dahulu, lalu melangkah ke setiap kotak sesuai jumlah angka yang ditunjukkan dadu. Jika sampai lebih dulu di kotak terakhir, yaitu kotak bernomor 100, maka akan jadi pemenang. 

Permainan ular tangga termasuk permainan zaman dulu yang populer. Sebab, bermanfaat sebagai hiburan, media untuk membantu Si Kecil belajar berhitung, melatih kemampuan logika, mengatur strategi, mengenal konsep rintangan dalam hidup (naik turun kehidupan), dan pantang menyerah.

Anak zaman dulu juga suka berkreasi dengan membuat mainan sendiri. Aktivitas ini dapat merangsang imajinasi dan kreativitas anak. Ajak anak untuk buat mainan sendiri dari kardus susu yuk, berikut ini panduannya: 8 Cara Membuat Mainan Kreatif dari Kardus Bekas Susu.

Manfaat Permainan Tradisional untuk Si Kecil

Permainan tradisional Indonesia memiliki beragam manfaat positif, bukan hanya seru dan edukatif tapi juga sebagai usaha melestarikan budaya. Beberapa manfaatnya antara lain adalah sebagai berikut.

Penguatan Nilai Budaya

Permainan tradisional sering mencerminkan nilai-nilai budaya dan tradisi suatu masyarakat. Melalui permainan ini, anak-anak dapat memahami dan meneruskan warisan budaya mereka, serta menghargai nilai-nilai lokal yang penting.

Pengembangan Keterampilan Sosial

Banyak permainan tradisional dimainkan secara kelompok atau tim. Melalui permainan ini, anak-anak belajar berkomunikasi, bekerjasama, dan membangun keterampilan sosial lainnya yang penting untuk berinteraksi dengan orang lain.

Belajar dari Kegagalan

Beberapa permainan tradisional memberikan peluang untuk kalah atau gagal. Ini mengajarkan anak tentang rasa tanggung jawab, menerima kegagalan, dan mencoba lagi untuk mencapai tujuan.

Stimulasi Kognitif

Beberapa permainan tradisional melibatkan strategi, taktik, dan pemecahan masalah sederhana. Ini membantu merangsang perkembangan kognitif anak, seperti kemampuan berpikir logis dan mengambil keputusan.

Nah, itulah beberapa permainan anak zaman dulu yang sarat dengan nilai tradisional dan mendidik. Melibatkan Si Kecil dalam permainan-permainan ini bukan hanya memberikan hiburan nostalgia, tetapi juga memberikan kesempatan untuk meresapi nilai-nilai kebersamaan, kreativitas, dan kerjasama yang diwariskan dari generasi sebelumnya. 

Permainan edukatif juga memiliki peran penting dalam merangsang perkembangan otak anak. Bunda, yuk simak pentingnya stimulasi bagi kecerdasan anak berikut ini: Pentingnya Stimulasi Dini bagi Tumbuh Kembang Otak Anak. 

Referensi:

  • Living in Indonesia. 2023. https://www.expat.or.id/info/games.html. https://www.expat.or.id/info/games.html. (Diakses pada 13 November 2023)

  • The Jakarta Post. 2022. Twenties: Reminiscing the dying art of Indonesian traditional children's games. https://www.thejakartapost.com/culture/2022/08/28/twenties-reminiscing-the-dying-art-of-indonesian-traditional-childrens-games.html. (Diakses pada 28 Desember 2022)