Tahapan Perkembangan Anak Menurut Umur (1-12 Tahun)

Tahapan Perkembangan Anak Sejak Bayi Hingga Masa Sekolah

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 10 September 2024

Bunda pasti ingin mengetahui perkembangan Si Kecil dari waktu ke waktu, bukan? Setiap tahapan umur, Si Kecil mengalami perubahan dan pencapaian baru yang mempengaruhi fisik, kognitif, sosial, dan emosionalnya. Dengan memahami hal ini, Bunda bisa mengetahui apakah tumbuh kembang Si Kecil sudah sesuai dengan usianya atau mengalami keterlambatan. 

Untuk memahami lebih lanjut tentang tahapan perkembangan anak-anak, baca artikel ini sampai selesai ya, Bun. 

Tahapan Perkembangan Anak

Setiap anak mengalami fase perkembangan yang berbeda, dan salah satu teori yang dapat membantu kita memahami ini adalah teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Teori ini membagi perkembangan anak dalam beberapa tahap yang masing-masing memiliki tugas perkembangan tertentu, di antaranya:

Masa Bayi (0-12 Bulan)

Masa bayi adalah periode pertama dalam perkembangan anak, dimulai sejak lahir hingga mencapai usia 12 bulan. Ini adalah fase yang penuh tantangan dan keajaiban, di mana bayi mengalami perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional yang sangat pesat (growth spurt). Beberapa di antaranya: 

  • Bayi tumbuh dengan cepat dan mulai menguasai keterampilan motorik seperti mengguling, duduk, dan merangkak.

  • Bayi mulai mengenali suara dan bereaksi terhadap suara tersebut, serta mulai mengeluarkan suara-suara dasar.

  • Ikatan emosional dengan orang tua terbentuk, dan bayi mulai merespons interaksi sosial.

  • Bayi mulai mengenali dan menunjukkan emosi dasar seperti kebahagiaan dan kesedihan.

Masa Balita (1-3 Tahun)

Anak-anak pada tahap ini mulai aktif mengeksplorasi dunia di sekitarnya, mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus, serta bahasa. Masa ini juga sering diwarnai dengan "terrible twos" di mana mereka mengekspresikan kemandirian dengan tegas.

Perkembangannya meliputi:

  • Anak-anak mulai bisa  berjalan, berlari, melompat, dan bermain aktif.

  • Bisa menggambar, memegang pensil, dan meraih objek dengan keterampilan yang semakin baik.

  • Memiliki lebih banyak kosakata, memahami kalimat sederhana, dan mungkin mulai berbicara dalam kalimat-kalimat pendek.

  • Mulai memahami konsep-konsep sederhana seperti warna, bentuk, dan angka. Kemampuan pemecahan masalah dasar pun berkembang.

  • Anak-anak mulai bermain dengan teman sebaya dan berinteraksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial yang lebih luas. Mereka belajar berbagi, bekerja sama, dan mengikuti aturan sosial sederhana.

  • Anak-anak mulai belajar kontrol diri dan mengenali dan mengelola emosi dengan lebih baik. Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan emosi anak 2 tahun, baca di sini: Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun yang Makin Aktif.

Masa Pra-Sekolah (3-5 Tahun)

Pada masa ini, anak mengembangkan keterampilan akademik awal, seperti membaca, menulis, dan berhitung, serta keterampilan sosial yang lebih kompleks, seperti bermain dengan teman sebaya dan mengikuti aturan sosial. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Keterampilan motorik kasar semakin berkembang, seperti berlari dan melompat.

  • Keterampilan motorik halus seperti menulis dan menggambar semakin baik.

  • Anak mulai berbicara dalam kalimat yang lebih kompleks dan memahami cerita.

  • Kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman konsep seperti angka dan huruf berkembang.

  • Anak mulai bermain dalam kelompok dan mengikuti aturan sosial.

  • Anak mengembangkan kontrol diri dan rasa percaya diri.

Masa Sekolah (6-12 Tahun)

Tahap ini ditandai dengan pendidikan formal, memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang konsep-konsep akademik, serta keterampilan sosial dan emosional yang lebih matang, seperti:

  • Pertumbuhan tubuh berlanjut meskipun tidak secepat sebelumnya, dan keterampilan motorik halus dan kasar semakin meningkat.

  • Anak mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis.

  • Hubungan sosial semakin penting, dan anak belajar bekerja dalam tim dan mengikuti aturan yang lebih kompleks.

  • Kemampuan mengenali dan mengelola emosi semakin matang, dan anak mengembangkan identitas diri.

Ciri-Ciri Perkembangan Anak Terhambat

Mengetahui keterlambatan perkembangan sejak dini sangat penting agar Bunda bisa memberikan bantuan secepat mungkin. Untuk mengetahui apakah perkembangan Si Kecil mengalami keterlambatan atau tidak, Bunda bisa memperhatikan beberapa ciri berikut:

  • Anak tidak mencapai tonggak perkembangan yang biasanya diharapkan untuk usia mereka, seperti belum bisa merangkak setelah usia 1 tahun atau belum bisa berbicara dalam kalimat sederhana pada usia 2 tahun.

  • Anak mengalami kesulitan berbicara, mengucapkan kata-kata dengan benar, atau memahami bahasa. Ia mungkin juga mengalami masalah saat berinteraksi dengan orang tua.

  • Keterlambatan dalam perkembangan motorik seperti kesulitan berjalan, berlari, atau melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia.

  • Anak kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, menunjukkan emosi yang tidak sesuai dengan usia, atau mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengelola emosi mereka.

  • Kemampuan untuk memahami konsep, menyelesaikan masalah, dan mengingat informasi terhambat, bahkan mungkin lambat dan tidak fokus belajar sesuai dengan usianya.

  • Anak menunjukkan perilaku atau tanda-tanda perkembangan yang tidak biasa, seperti berbicara dengan ekstrem, berulang-ulang, atau menunjukkan ketidakmampuan yang signifikan dalam banyak area perkembangan.

  • Anak kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, seperti di rumah, sekolah, atau dengan teman sebaya. Ia mungkin merasa canggung untuk bermain bersama teman-teman atau kesulitan dalam mengekspresikan perasaan dan pendapat mereka.

Menyadari ciri-ciri keterlambatan perkembangan ini memungkinkan Bunda untuk segera mencari bantuan profesional jika diperlukan. Perkembangan anak memang bervariasi, tetapi deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat penting untuk membantu anak mencapai potensi maksimalnya. Untuk memastikan apakah tumbuh kembang Si Kecil terlambat, Bunda bisa membawanya ke posyandu terdekat. Ingin tahu lebih lanjut tentang posyandu? Baca artikel berikut yuk: Manfaat Membawa Balita ke Posyandu, Sudah Dilakukan Bun?

Sumber:

  • Banner Health. Birth to 5 Years: Updates to Your Child’s Developmental Milestones. Diakses pada 29 Desember 2022. https://www.bannerhealth.com/healthcareblog/teach-me/birth-to-five-years-knowing-your-childs-developmental-milestones.

  • Nemours Children's Health. Your Child's Development (Birth to 5 Years Old). Diakses pada 29 Desember 2022.  https://kidshealth.org/en/parents/development-sheets.html.

  • Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Diakses pada 29 Desember 2022. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1340/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak