pola asuh orangtua

Peran Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 6 Juni 2024

Pola asuh orang tua yang meliputi perilaku dan sikap tentu akan menggambarkan bagaimana tumbuh kembang anak kelak. Sebab, orang tua dan keluarga adalah lingkungan pertama yang membangun karakter anak. Supaya Si Kecil memiliki karakter dan kepribadian yang teladani, yuk simak selengkapnya di sini.

Peran Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Pola asuh kepada Si Kecil akan berdampak terhadap bagaimana ia mengatur emosi, mampu bersosialisasi, dan meningkatkan rasa mandirinya. Mari ketahui lebih lanjut bagaimana peran pola asuh orang tua terhadap anak berikut ini: 

Mendukung Kecerdasan Emosional

Pola asuh yang tegas tapi tetap mendukung serta selalu melibatkan komunikasi terbuka kepada Si Kecil akan mencetak kecerdasan emosional. Apabila Bunda mampu memberikan emosi baik dan citra diri positif, maka Si Kecil cenderung akan mampu berempati terhadap sesama. 

Agar kecerdasan emosionalnya berkembang dalam pola ini, Bunda perlu menetapkan apa saja batasan kepada Si Kecil, tetapi tetap memberikan dukungan positif. Berikan ruang kepadanya untuk mengemukakan pendapat dan menceritakan perasaannya. 

Bunda, pelajari lebih lanjut tentang tumbuh kembang Si Kecil melalui artikel berikut yuk: Aspek dan Tahapan Perkembangan Anak-Anak.

Membangun Rasa Percaya Diri

Pola asuh dapat berdampak pada kesehatan mental Si Kecil di kemudian hari. Misalnya, pola asuh otoriter yang selalu menerapkan aturan ketat, akan menyebabkan Si Kecil mengalami masalah kesehatan mental, mulai dari kecemasan, depresi, dan lainnya. 

Rasa percaya diri harus dipupuk sejak dini dengan cara membuat Si Kecil paham bahwa dirinya berharga. Melalui rasa percaya diri, Si Kecil akan mampu beradaptasi secara baik di mana pun dia berada.

Untuk memahami lebih lanjut tentang dampak pola asuh otoriter dan bagaimana cara membangun rasa percaya diri yang sehat pada Si Kecil, Bunda bisa membaca artikel lengkapnya di sini: Dampak dari Pola Asuh Otoriter pada Si Kecil.

Mendorong Kemandirian

Mandiri artinya Si Kecil mampu beraktivitas tanpa mengandalkan bantuan orang lain. Contoh sederhana dimulai ketika Si Kecil mengerjakan PR. Biarkan Si Kecil mengerjakan semampunya dan Bunda dapat membantu saat ada kesulitan. 

Pola pengasuhan tersebut justru memberi kesempatan Si Kecil untuk mendalami tanggung jawabnya. Ajarkan tentang tanggung jawab akan bertambah seiring waktu.

Tanggung jawab yang Bunda berikan juga akan membantu Si Kecil mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian. Pada akhirnya, Si Kecil akan merasa mampu menyelesaikan tugas-tugasnya sendiri yang membuatnya merasa bangga dan memiliki motivasi belajar yang kuat. 

Meningkatkan Kemampuan Sosial

Pola asuh turut berdampak pada kemampuan Si Kecil bersosialisasi dengan orang lain. Si Kecil akan mencontoh tindakan yang Bunda lakukan, maka Bunda juga perlu memberikan contoh teladan tentang bagaimana memperlakukan orang lain. 

Biarkan Si Kecil berkomunikasi dan memberikan rasa empati dengan teman sebaya. Semakin sering Si Kecil berinteraksi dengan orang lain, maka kemampuan sosialnya akan semakin terasah. 

Selain itu, libatkan Si Kecil dalam aktivitas kelompok atau bermain bersama teman-temannya. Kegiatan ini dapat membantu mengembangkan keterampilan bekerja sama, memecahkan masalah bersama, dan membangun hubungan sosial yang positif.

Contoh Pola Asuh Orang Tua yang Buruk dan Dampaknya

Mengasuh Si Kecil dengan memberikan peraturan ketat ataupun sering memanjakan, bahkan ketika ia lalai sekalipun, dapat mengganggu kehidupannya kelak. Pola asuh seperti itu bisa mengurangi kemampuan Si Kecil untuk mengatasi tantangan dan belajar dari konsekuensi tindakannya.

Contoh pola asuh yang buruk adalah gaya otoriter, yakni ketika Si Kecil tidak diberi ruang untuk bernegosiasi sehingga selalu merasa dituntut. Dampaknya, ia akan kehilangan rasa percaya diri ketika mengemukakan pendapat.

Bunda dan Ayah, mendidik Si Kecil memang tugas yang menantang. Namun, jika Bunda dan Ayah tidak terlibat dalam pengasuhannya, maka ia merasa kurang diperhatikan. 

Jika tidak pernah Bunda dan Ayah tidak menunjukan rasa cinta dan kasih sayang, maka Si Kecil juga tidak memiliki contoh teladan atas hal itu. Alhasil, sikapnya kepada orang lain baik secara sosial maupun emosional pun akan buruk. 

Selain menerapkan pola asuh yang tepat, Bunda juga perlu memantau tumbuh kembang anak secara teratur untuk memastikan bahwa anak tumbuh dengan sehat dan dan berkembang optimal. Salah satu caranya adalah dengan memeriksakan Si Kecil ke posyandu setempat. Yuk, ketahui manfaat penting apa saja yang dapat diperoleh di posyandu di sini: Pantau Tumbuh Kembang Anak.

Sumber:

  • Care Counseling. The Role of Parenting Styles in Child Development. Diakses pada 25 April 2024. https://care-clinics.com/the-role-of-parenting-styles-in-child-development/
  • Verywell Mind. Why Parenting Styles Matter When Raising Children. Diakses pada 25 April 2024. https://www.verywellmind.com/parenting-styles-2795072