Anak kekurangan zat besi

Kenali Ciri-ciri Anak Kekurangan Zat Besi dan Pencegahannya

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 19 Juli 2024

Bunda, apakah Si Kecil sering terlihat lelah, pucat, atau kurang berenergi? Ini mungkin tanda kekurangan zat besi yang dampaknya bisa cukup berbahaya bila tidak segera ditangani. Untuk informasi selengkapnya, mari Bun pelajari lebih lanjut tentang ciri-ciri dan cara pencegahan defisiensi zat besi berikut ini. 

Ciri-ciri Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil

Zat besi adalah mineral penting yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hemoglobin, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi bisa memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil dan kemampuannya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut ini beberapa ciri-cirinya yang mudah Bunda kenali: 

Tumbuh Kembang Terhambat

Zat besi adalah kunci untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Kekurangan zat besi bisa menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif Si Kecil, membuat mereka tertinggal dari teman sebayanya dalam beberapa aspek perkembangan.

Selain itu, defisiensi zat besi juga dapat berdampak pada perkembangan mental anak, termasuk kemampuan belajar dan konsentrasi. Anak yang defisiensi zat besi mungkin mengalami kesulitan dalam fokus saat belajar, mengingat informasi baru, dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah dengan baik. Bunda, mari ketahui lebih lanjut gejala dan penyebab gangguan tumbuh kembang pada Si Kecil berikut ini: Gejala dan Penyebab Gangguan Tumbuh Kembang Anak.

Tubuh Lemas dan Dingin

Jika Si Kecil sering merasa lelah, lemas, dan kurang berenergi, ini bisa jadi tanda kurangnya zat besi. Zat besi membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa sirkulasi oksigen yang cukup, Si Kecil mungkin akan terasa lelah lebih cepat dari biasanya, bahkan saat melakukan aktivitas ringan saat bermain.

Ketika anak mengalami rasa lelah dan lemas yang berhubungan dengan kekurangan mineral atau zat besi, sistem kekebalan tubuh mereka juga bisa menjadi terganggu, ini meningkatkan risiko terkena infeksi dan demam. Bunda dapat mengetahui lebih lanjut ciri-ciri demam karena kecapekan pada anak berikut ini: Ciri Demam pada Anak Karena Kecapekan dan Penanganannya. 

Selain itu, peredaran darah yang tidak efisien juga bisa membuat tangan dan kaki Si Kecil sering terasa dingin, bahkan Bunda dapat merasakannya saat kondisi cuaca sedang panas. Ini merupakan salah satu tanda bahwa darah yang kaya oksigen tidak bersirkulasi dengan baik di tubuh Si Kecil.

Masalah Nafsu Makan dan Gangguan Makan 

Kekurangan zat besi sering kali menyebabkan nafsu makan yang menurun pada Si Kecil, yang bisa menyulitkan Bunda dalam memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup. Anak yang tidak cukup makan cenderung mengalami kekurangan nutrisi penting lainnya yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. 

Dari masalah nafsu makan, kondisinya dapat bertambah buruk menjadi gangguan makan. Pica adalah gangguan makan di mana anak mungkin mencari dan mengonsumsi benda yang tidak memiliki nilai gizi sama sekali, seperti es, pati, cat, tanah, atau kertas. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak yang mengalami defisiensi zat besi dan menandakan adanya defisiensi nutrisi serius lainnya. 

Untuk membantu meningkatkan nafsu makan Si Kecil, Bunda bisa mencoba menyajikan makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, dan memastikan makanan tersebut menarik serta bervariasi.

Sering Sesak Napas dan Mudah Sakit

Kesulitan bernapas atau cepat terengah-engah selama aktivitas ringan juga bisa menjadi indikator kekurangan zat besi. Menurut Mayo Clinic, sesak napas juga dapat terjadi pada saat olahraga atau aktivitas pada seseorang yang defisiensi zat besi. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan oksigen dalam darah yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tubuh saat aktif.

Selain itu, anak dengan defisiensi zat besi juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Zat besi merupakan komponen penting dalam pengembangan respons imun yang efektif. 

Maka dari itu, Bunda perlu memastikan asupan zat besi tercukupi untuk meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil terhadap berbagai penyakit, terutama infeksi yang sering terjadi seperti flu dan pilek.

Kulit Pucat 

Salah satu cara mudah untuk mengetahui apakah Si Kecil kekurangan zat besi adalah dengan memeriksa warna kelopak mata bagian bawahnya. Anak yang sehat biasanya memiliki kulit yang cerah dan berwarna merah muda karena darahnya mengandung hemoglobin.

Bila kulit Si Kecil yang tampak lebih pucat dari biasanya, terutama di sekitar kelopak mata, bibir, gusi, dan kuku, itu menjadi tanda peringatan defisiensi zat besi. 

Masalah Perilaku

Defisiensi zat besi tidak hanya mempengaruhi fisik tetapi juga perilaku Si Kecil. Kekurangan zat besi sering dikaitkan dengan kesulitan dalam mempertahankan konsentrasi, mudah marah, dan perubahan mood yang cepat. 

Perilaku ini dapat menghambat kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka. Memastikan Si Kecil mendapat cukup zat besi dapat membantu memperbaiki fungsi kognitif dan perilaku.

Penyebab Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil

Bunda, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan Si Kecil mengalami kekurangan zat besi, yang sangat penting untuk diidentifikasi agar bisa diatasi dengan tepat. Berikut adalah beberapa penyebab umum kekurangan zat besi pada anak:

Konsumsi Makanan Rendah Zat Besi

Konsumsi makanan yang rendah zat besi bisa menjadi salah satu penyebab utama kekurangan mineral ini pada anak-anak. Makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau, harus menjadi bagian reguler dari menu makan Si Kecil untuk memastikan mereka mendapatkan cukup zat besi. 

Selain itu, anak usia 0-6 bulan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif mungkin tidak memperoleh cukup zat besi dari ASI ibu. Si Kecil yang tidak mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) atau susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan zat besi juga berisiko mengalami kekurangan zat besi.

Infeksi Jangka Panjang

Infeksi jangka panjang, seperti malaria atau infeksi cacing, dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Infeksi ini seringkali menyebabkan kehilangan darah yang signifikan, yang berdampak negatif pada kadar zat besi dalam tubuh. 

Selain kehilangan darah, penyakit infeksi parasit ini juga dapat mengonsumsi mineral tersebut, mengurangi jumlah zat besi yang tersedia untuk fungsi tubuh yang penting.

Efek dari Penyakit Tertentu 

Beberapa kondisi medis seperti radang usus bisa menyebabkan kehilangan darah yang menyebabkan kekurangan zat besi. Penyakit-penyakit ini seringkali menyebabkan pendarahan internal yang mungkin tidak langsung terdeteksi.

Penyakit tertentu, seperti penyakit Celiac atau penyakit Crohn, juga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan. Hal ini dapat menyebabkan defisiensi zat besi meskipun asupan zat besi dari makanan sudah cukup. 

Selain mengetahui penyebab-penyebabnya, Bunda juga perlu tahu soal kebutuhan zat besi harian Si Kecil agar bisa memenuhinya secara konsisten. Untuk informasi tersebut, Bunda bisa cek artikel yang satu ini, ya: Peran Vital Zat Besi untuk Kesehatan Si Kecil.  

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil

Tidak perlu khawatir tentang defisiensi zat besi pada Si Kecil asalkan Bunda mengambil langkah pencegahan yang tepat. Berikut ini beberapa cara efektif untuk memastikan Si Kecil mendapatkan asupan zat besi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka:

Penuhi Asupan Vitamin C

Vitamin C sangat penting karena membantu tubuh menyerap zat besi lebih efisien. Kehadiran vitamin C di usus dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan. 

Untuk meningkatkan asupan vitamin C, Bunda dapat menyajikan buah-buahan seperti stroberi, lemon, blewah, dan jambu, serta sayuran seperti paprika, tomat, dan kembang kol. Bunda dapat menyajikan makanan yang kaya vitamin C dengan sumber zat besi bersamaan agar penyerapan setiap nutrisi dapat lebih optimal.

Berikan Makanan Tinggi Zat Besi

Bunda perlu memberikan makanan yang kaya zat besi yang cukup untuk Si Kecil. Bunda dapat menghidangkan daging, ikan, biji-bijian, sayur bayam, dan sereal yang diperkaya zat besi sebagai bagian dari diet sehari-hari Si Kecil. Makanan-makanan ini tidak hanya kaya zat besi tetapi juga mendukung pertumbuhan keseluruhan dan kesehatan Si Kecil.

Bunda, makanan tadi hanya sebagian loh dari sekian banyak makanan yang mengandung zat besi. Yuk, lihat makanan-makanan lainnya yang juga memiliki kandungan zat besi pada halaman berikut: Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi untuk Anak.

Referensi:

  • Health Cleveland Clinic. What Causes Iron Deficiency in Your Child and How to Spot it. Diakses pada tanggal 8 Desember 2023. https://health.clevelandclinic.org/what-causes-iron-deficiency-in-your-child-and-how-to-spot-it
  • National Library of Medicine. Iron deficiency anemia from diagnosis to treatment in children. Diakses pada tanggal 8 Desember 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4462328/.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
  • Mayo Clinic. Iron Deficiency in Children: Prevention Tips for Parents. Diakses pada tanggal 11 Januari 2024. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/iron-deficiency/art-20045634
  • IDAI. Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak. Diakses pada tanggal 11 Januari 2024. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak.