
Sumber Protein Berkualitas Tinggi untuk Anak Bunda
Menjaga asupan Si Kecil adalah hal yang penting, terlebih tumbuh kembang anak juga bisa dipengaruhi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dari sekian banyak nutrisi, protein merupakan salah satu jenis nutrisi yang berperan pada pertumbuhannya. Memberikan makanan yang mengandung protein pada anak akan membantu menguatkan otot hingga meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit.
Kebutuhan Si Kecil akan zat ini perlu disesuaikan pada usianya. Anak berumur 1-3 tahun membutuhkan 20 gram protein setiap harinya. Sedangkan anak usia 4-6 tahun membutuhkan 25 gram protein dalam sehari.
Untuk mencukupinya, Bunda bisa memberikan variasi makanan dan minuman berikut ini.
Makanan Tinggi Protein untuk Anak
Ada berbagai variasi makanan yang mengandung protein dengan kadar tinggi yang Bunda berikan pada Si Kecil. Simak daftar makanan beserta penjelasannya!
Telur
Telur merupakan sumber protein yang juga kaya akan lemak sehat, omega-3, dan nutrisi lainnya. Menurut IDAI, dalam satu butir telur rebus terdapat protein sebanyak 6 gram. Jumlah ini sebetulnya sudah mencukupi 24% kebutuhan harian anak usia 4 hingga 6 tahun untuk jenis nutrisi tersebut.
Bunda dapat menggabungkan menu telur ini dengan bahan lainnya yang juga mengandung nutrisi. Penggabungan ini diperlukan untuk mengurangi kemungkinan bahwa sistem imunitas anak balita terlalu sensitif jika makan telur berlebihan.
Selain mengandung protein, telur juga mengandung vitamin D terutama di bagian kuning telurnya. Namun, Bunda perlu memperhatikan proses memasak telur karena proses yang kurang tepat dapat menghilangkan kadar vitamin D pada telur. Cari tahu cara yang tepat dalam mengolah telur ada kandungan nutrisinya tidak hilang dalam artikel ini: 6 Jenis Makanan Sumber Vitamin D yang Baik untuk Anak.
Daging Ayam
Olahan ayam jadi makanan yang banyak disukai anak-anak. Tahukah Bunda bahwa pada 100 gram daging ayam bagian dada tanpa kulit terdapat 25 gram protein, yang mana itu sudah mencukupi sekitar 75% dari kebutuhan nutrisi anak usia 4-6 tahun dalam sehari.
Lalu bagaimana kandungan protein di bagian ayam lainnya, misalnya pada paha ayam? Sebenarnya dalam paha ayam juga terkandung 21 gram protein dengan jumlah kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan dada ayam.
Terlepas dari itu, sehat atau tidaknya daging ayam yang diberikan pada anak juga bisa bergantung pada bagaimana cara bunda mengolahnya dan seberapa banyak porsi yang diberikan. Ada baiknya untuk tetap menjaga agar anak makan ayam sesuai kadarnya, ya Bunda.
Sebelum melanjutkan dengan bahan-bahan makanan lainnya, Bunda juga perlu mengetahui bahwa sistem pertahanan tubuh tak hanya dipengaruhi dari asupan nutrisi saja. Ketahui berbagai faktor lainnya serta komponen apa saja yang menjadi sistem pertahanan tubuh. Selengkapnya ada di artikel berikut, ya: Sistem Pertahanan Tubuh Anak dan Cara Kerjanya.
Daging Sapi
Selain daging ayam, daging sapi juga merupakan sumber protein hewani yang baik untuk anak. Jenis daging ini bisa jadi alternatif untuk anak yang memiliki alergi terhadap daging ayam. Dalam 85 gram daging sapi rendah lemak terdapat protein sebanyak 21 gram.
Agar nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi tanpa melebihi porsi asupan lemak tak jenuhnya, Bunda bisa memilih bagian-bagian daging sapi rendah lemak seperti bagian lulur luar atau bagian gandiknya.
Ikan
Solusi sumber protein hewani yang bisa Bunda pilih untuk anak selanjutnya adalah ikan. Ikan juga kaya akan omega-3 dan vitamin D yang berguna untuk kecerdasan Si Kecil. Menurut Healthline, tiap jenis ikan bisa jadi memiliki kandungan nutrisi yang berbeda.
Seperti ikan tuna yang mengandung 25-28 gram protein per 100 gram, dan ikan sarden yang mengandung sekitar 20 gram untuk setiap 100 gram ikannya. Namun rata-rata dalam 100 gram ikan mengandung 21 gram protein.
Selain mengandung protein, ikan tuna dan ikan sarden juga mengandung omega-3. Nutrisi ini sangat penting untuk mendukung fungsi otak Si Kecil. Oleh karena itu, pastikan Bunda untuk menyajikan makanan ini ya. Tahukah Bunda, di luar kedua ikan ini, ada ikan lokal yang tak kalah baik nutrisinya. Simak selengkapnya yuk: Rekomendasi Ikan yang Bagus untuk Kecerdasan Otak Anak.
Sayur-Sayuran
Ada juga sumber protein nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sayuran. Meskipun kadar pada sumber nabati tidak setinggi pada sumber hewani, namun vitamin dan nutrisi lain yang ada di dalamnya bisa menyeimbangkan kebutuhan sehari-hari.
Beberapa sayuran, seperti sawi putih, kembang kol, dan asparagus, mengandung protein sekitar 1-2 gram per 100 gram sayurnya. Sedangkan brokoli dan bayam mengandung sekitar 2,5-3 gram per 100 gram sayurnya.
Bunda bisa menggunakan beberapa variasi sayuran dalam satu kali penyajian serta dikombinasikan dengan sumber dari daging hewan secukupnya. Bunda juga bisa mengkreasikan menu anak dengan sumber protein nabati lainnya seperti tahu, tempe, atau kacang-kacangan. Untuk mengetahui lebih lanjut sumber protein nabati lainnya, baca selengkapnya di sini yuk: Sumber Protein Nabati yang Bagus untuk Pertumbuhan Si Kecil.
Kacang
Jenis kacang juga termasuk ke dalam makanan yang mengandung protein dari kategori nabati, loh Bunda. Bahan makanan yang sering dijadikan cemilan ini memiliki rata-rata 9 gram protein per 100 gramnya. Namun pastikan konsumsi kacang masih dalam batas aman, ya. Karena mengingat pada kacang juga terdapat lemak, meskipun tidak sebanyak daging.
Contoh jenis kacang yang baik dikonsumsi untuk anak-anak di antaranya kacang polong, kacang merah, kacang mete, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tanah.
Tempe dan Tahu
Terakhir ada makanan khas dari Indonesia, yaitu tempe dan tahu. Siapa sangka dua olahan kedelai yang sering kita konsumsi ini juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk anak-anak.
100 gram tahu umumnya mengandung 8 gram protein. Tempe bahkan mengandung lebih banyak lagi, yaitu sebanyak 20 gram, untuk setiap 100 gram tempe. Bunda juga perlu tahu, tempe dan tahu pun kaya akan vitamin, probiotik serta mineral yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh anak.
Selain lauk pauk di atas, ternyata ada jenis buah-buahan yang mengandung protein juga yang dapat Bunda berikan kepada Si Kecil untuk variasi menu. Yuk, lihat daftarnya di sini: 7 Buah yang Mengandung Protein untuk Si Kecil.
Susu Tinggi Protein untuk Anak
Selain melalui makanan, nutrisi satu ini juga bisa didapatkan lewat susu. Susu seperti Morinaga Chil*Go! umumnya mengandung 5 gram protein setiap 1 gelas atau 200 ml-nya. Kandungan lain yang ada di dalamnya seperti kalsium, vitamin B12, dan vitamin D juga akan didapatkan saat mengkonsumsi susu ini.
Susu ini memiliki berbagai manfaat seperti menjaga daya tahan tubuh, mengoptimalkan tumbuh kembang, dan meningkatkan kecerdasan Si Kecil. Harganya pun terjangkau, Bun. Cari tahu informasi lebih lanjut terkait susu Morinaga Chil*Go! di sini yuk: Morinaga Chil*Go! Susu Padat Nutrisi untuk Si Kecil
Referensi:
-
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Diakses tanggal 14 Oktober 2023. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf.
-
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Telur Mentah atau Setengah Matang: Bolehkah Diberikan pada Bayi Anda? Diakses tanggal 20 Oktober 2023. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/telur-mentah-atau-setengah-matang-bolehkah-diberikan-pada-bayi-anda
-
Healthline. 10 Foods that are Almost Pure Protein. Diakses tanggal 14 Oktober 2023. https://www.healthline.com/nutrition/10-foods-almost-pure-protein.