Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun: Motorik, Bahasa, Sosial

Kenali Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 1-3 Tahun

Ditulis Oleh : Morinaga Chilgo

Diterbitkan: 10 September 2024

Perkembangan emosi merupakan aspek penting yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan anak secara keseluruhan. Sejak lahir, anak-anak mulai mengeksplorasi dunia emosi melalui interaksi dengan orang tua dan lingkungan sekitar. Agar Bunda dapat memberikan dukungan yang tepat dalam setiap fase pertumbuhan anak, yuk kenali tahapan emosi anak beserta contohnya berikut ini.

Apa Itu Perkembangan Emosi Anak?

Perkembangan emosi anak adalah proses di mana seseorang belajar mengenali, memahami, mengungkapkan, dan mengelola emosi anak seiring bertambahnya usia dan kematangan. Proses ini sangat penting bagi kesehatan mental dan kesejahteraan anak, serta mempengaruhi bagaimana anak berinteraksi dengan orang lain, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

Bunda, kemampuan emosi dimulai sejak lahir dengan munculnya pengalaman, ekspresi, pemahaman, dan kemampuan mengatur emosi. Pemahaman ini akan terus berkembang sepanjang masa kanak-kanak hingga dewasa, bersamaan dengan perkembangan saraf, kognitif, dan perilaku, serta dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya tertentu.

Tahapan Perkembangan Emosi Anak 

Berikut ini adalah tiga tahapan utama dalam perkembangan emosional anak yang perlu Bunda ketahui agar dapat mendukung pertumbuhan Si Kecil dengan lebih baik:

Usia 0-1 Tahun - Tahap Mengenali Emosi

Sejak baru lahir, Si Kecil sudah mulai merespon dunia dengan emosi yang dirasakan, meskipun cara anak berkomunikasi terbatas pada tangisan dan reaksi tubuh. 

Dikutip dari Rasmussen College, beberapa ahli berpendapat bahwa bayi dilahirkan dengan emosi dasar seperti kebahagiaan, kemarahan, dan ketakutan. Sementara penelitian yang lain meyakini bahwa bayi bisa merasakan spektrum emosi yang lebih luas.

Untuk mendukung tahap ini, penting bagi Bunda untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Berikan hubungan yang kuat dan penuh kasih sayang sehingga Si Kecil akan merasa aman untuk mulai mengenali emosinya sendiri. 

Biarkan Si Kecil menghadapi tantangannya sendiri untuk membantu anak belajar mengatur emosi, namun tetap tunjukkan juga emosi Bunda dengan terbuka sebagai contoh bagi anak. Misalnya, jika Si Kecil merasa kecewa karena tidak bisa bermain lebih lama di taman, Bunda bisa menunjukkan empati dengan mengatakan, "Bunda tahu kamu sedih karena harus pulang sekarang. Bunda juga kadang merasa sedih jika harus berhenti melakukan sesuatu yang menyenangkan."

Usia 1-3 Tahun - Tahap Mengekspresikan Emosi

Pada tahap usia ini, Si Kecil mulai menggunakan kata-kata dan bertindak lebih mandiri. Si Kecil juga mulai mengekspresikan emosi anak dengan berbagai cara baru. Ini termasuk menggambar atau menceritakan sesuatu yang baru anak lihat. 

Si Kecil mungkin melakukan kenakalan kecil seperti tantrum saat tidak mendapatkan apa yang anak inginkan, ini bagian dari proses mengekspresikan emosinya. 

Untuk menangani fase ini, ketenangan dari Bunda dan Ayah adalah kunci. Bunda perlu tetap tenang saat Si Kecil tidak bisa, dan membantu anak menemukan cara yang lebih sehat dalam mengekspresikan perasaan. 

Akui dan validasi emosi Si Kecil, serta bantu anak memberikan kata-kata pada apa yang anak rasakan. Pada akhirnya, ini akan membantu anak merasa lebih terkontrol atas emosinya.

Usia 3-5 Tahun - Tahap Mengelola Emosi

Cara terbaik untuk mengajarkan Si Kecil tentang emosi adalah melalui cerita. Bunda dapat membacakan buku cerita bergambar kepada Si Kecil yang memperkenalkan kata-kata baru seputar emosi. Kegiatan ini dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk mengajak Si Kecil berbicara tentang perasaan dan cara mengungkapkannya secara sehat.

Dengan memahami dan mendukung setiap tahapan ini, Bunda akan memberikan fondasi yang kuat bagi perkembangan sosial dan emosional Si Kecil. Setiap langkah yang Bunda ambil tidak hanya membantu anak mengenal diri sendiri, tetapi juga mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia yang lebih luas dengan kepercayaan diri dan keterampilan emosional yang matang di masa depan.

Contoh Perkembangan Emosi Anak

Agar Bunda dapat mengenali tahapan emosi anak dengan lebih baik, mari pahami contoh di bawah ini: 

Usia 0-1 Tahun

Berikut ini contoh ekspresi emosional anak usia 0-1 tahun, dilansir dari halaman Helpful Professor: 

  • Menangis untuk memberi tahu kebutuhan dasarnya, seperti saat ia lapar, haus, atau ingin digendong.
  • Tersenyum ketika melihat anggota keluarga atau ketika diajak komunikasi, meskipun ia belum mengerti bahasa. 
  • Merasa aman ketika dipeluk oleh Bunda, Ayah, atau anggota keluarga lainnya. Ini menunjukkan pentingnya sentuhan dalam memenuhi kebutuhan emosional Si Kecil.
  • Menunjukkan keterikatan atau bonding yang lebih kuat kepada Ayah dan Bunda, atau pengasuh utama. Ini menandakan Si Kecil memiliki kepercayaan pada orang-orang tersebut.

Di tahun pertama kehidupan, Si Kecil mulai mengembangkan fondasi emosionalnya. Si Kecil mulai belajar mengekspresikan kebutuhan dasar dan merasakan kenyamanan melalui interaksi hangat dengan Bunda dan keluarga lainnya. 

Usia 1-3 Tahun

Si Kecil menjadi lebih ekspresif dan mulai menunjukkan kemandirian dalam emosinya pada tahap usia ini. Berikut contohnya: 

  • Belajar dan menggunakan panca indra untuk mengeksplorasi lingkungan. 
  • Pada usia 7-18 bulan, Si Kecil belajar menenangkan diri sendiri dengan cara seperti menghisap jempol atau bermain dengan mainanan atau objek.
  • Pada usia 18 bulan, Si Kecil akan mencari Bunda, Ayah, atau orang terdekat ketika ia merasa cemas, sedih, atau saat sedang ngambek. 
  • Pada usia 7-24 bulan, Si Kecil akan sering mengalami tantrum. Kondisi ini menunjukan Si Kecil kesulitan mengelola emosi dengan baik, atau ia belum tahu caranya. 
  • Di saat yang sama, Si Kecil mulai bisa mengenali dan menyebutkan perasaan seperti senang, sedih, marah, atau takut. Gejala tantrum akan mulai berkurang, Bunda. 

Pada usia 3 tahun, Si Kecil mulai memahami konsep bermain dengan lebih baik. Maka dari itu, Bunda harus berikan mainan edukasi yang sesuai seperti rekomendasi berikut ini: 11 Rekomendasi Mainan Anak 3 Tahun yang Mendidik dan Seru.

Usia 3-5 Tahun

Bunda, fase ini sangat krusial dalam membentuk kesiapan emosi dan mental untuk masuk sekolah. Lihat yuk contohnya: 

  • Berusaha mengembangkan inisiatif, termasuk bermain secara berkelompok dan mengikuti arahan, sambil belajar mengatasi ketakutan dan mengurangi ketergantungan pada orang dewasa.
  • Mengerti dan mempertimbangkan kebutuhan serta pandangan orang lain, tidak hanya fokus pada diri sendiri.
  • Mulai usia ini, Si Kecil juga merasa lebih percaya diri. Bunda perlu memberikan dukungan yang cukup untuk mencegah pengembangan perasaan inferioritas.

Setiap tahapan usia membawa perkembangan unik yang membentuk kemampuan Si Kecil untuk merasakan, memahami, dan mengelola emosi. Semoga penjelasan tentang tahapan-tahapan emosional ini memberikan wawasan dan alat yang Bunda perlukan untuk mendampingi Si Kecil di setiap langkah pertumbuhan. 

Bunda, untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil secara optimal, tidak hanya perhatian pada perkembangan emosi yang penting, tetapi juga pemenuhan kebutuhan nutrisinya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan susu pertumbuhan untuk memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. 

Susu pertumbuhan yang kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya mendukung energi Si Kecil sehari-hari serta membantunya tumbuh kuat dan sehat. Untuk itu, yuk lihat rekomendasi susu kaya nutrisi untuk Si Kecil berikut ini: Susu yang Bagus untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak. 

Referensi: 

  • Rasmussen College. Understanding the Stages of Emotional Development in Children. Diakses pada 24 April 2024. https://www.rasmussen.edu/degrees/education/blog/stages-of-emotional-development/. 
  • Helpful Professor. 16 Emotional Development Examples. Diakses pada 24 April 2024. https://helpfulprofessor.com/emotional-development-examples/.